SKa02: Penantian di Kolam Bethesda

Suara Kisah: Penantian di Kolam Bethesda

Kategori: Peristiwa Alkitab • Perkiraan Waktu: 4 Menit

Pilih Mode:
Ringkasan:

Kisah tentang seorang pria yang lama terbaring sakit di tepi kolam, kehilangan harapan, hingga ia berjumpa dengan TUHAN yang mengubah keadaan hidupnya.

Ilustrasi Utama

Suasana di serambi kolam Bethesda selalu ramai oleh orang-orang yang menanggung sakit. Di antara kerumunan itu, seorang pria berbaring di atas tikar tipis. Sudah puluhan tahun ia berada di tempat itu. Hari berganti hari, tahun berganti tahun, tubuhnya tak berdaya.

Harapan pria itu hanya satu. Ketika air kolam bergerak, ia ingin menjadi orang pertama yang turun ke dalam air. Konon, ada kepercayaan bahwa siapa yang lebih dulu masuk akan sembuh. Namun, itu hanya angan-angan. Setiap kali air bergolak, selalu ada orang lain yang mendahuluinya karena ia tidak mampu bergerak cepat.

Lama kelamaan, asa di dadanya padam. Ia lelah berharap. Wajahnya menatap tanah, tenggelam dalam keputusasaan yang panjang.

Pada suatu hari, langkah seseorang berhenti tepat di dekat tikarnya. Bayangan seseorang menghalangi terik matahari yang menyengat. Pria itu mendongak perlahan. Ia melihat seseorang berdiri menatapnya dengan pandangan penuh belas kasih.

Pria itu mendengar sebuah pertanyaan yang tak terduga, "Maukah engkau sembuh?"

Ada nada getir ketika ia menjawab, "Tuhan, tidak ada orang yang memasukkan aku ke dalam kolam itu ketika airnya mulai bergerak. Semasa aku bersiap turun, orang lain sudah mendahului aku."

Pria asing itu tidak menertawakan keluh kesahnya. Ia tidak meminta penjelasan yang panjang. Ia hanya menyampaikan satu titah yang mengubah segalanya dengan tegas dan penuh kuasa, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah!"

Seketika itu juga, kekuatan baru mengalir ke dalam tulang-tulang yang sudah lama mati rasa. Ada aliran hangat yang memulihkan sendi-sendi kakinya. Tanpa ragu, pria itu mengerahkan tenaga, bangkit berdiri, menggulung tikar tempat tidurnya, dan melangkah pergi.

Hari itu, di tepi kolam Bethesda, penantian panjang berakhir. Hidup pria itu dipulihkan bukan karena ia berhasil mendahului orang lain ke dalam air, tetapi karena TUHAN sendiri yang datang menghampiri dan memulihkannya.